ISD Tulisan 2
Review
Watch Dogs 2: Ketika Satu Kota Ada Digenggaman Tangan Seorang Hacker
Kamu adalah seorang hacker. Bermodalkan sebuah telepon seluler dan
komputer jinjing, kamu bisa meretas hampir seluruh infrastruktur kota. Bahkan,
kamu bisa menguping dan membaca sms orang. Itulah konsep permainan yang
ditawarkan Watch Dogs 2.
Sempat dipandang sebelah mata oleh para gamer gara-gara pendahulunya,
permainan besutan Ubisoft ini sekarang malah dipuji-puji sebagai salah satu
game open world terbaik. Berbeda dari kebanyakan
game open world di mana kamu harus menyelesaikan satu
misi untuk membuka bagian kota lain. Di Watch Dogs 2, kamu sudah bisa
menjelajahi seluruh San Fransisco sejak awal permainan. Bahkan kamu menyebrang
berlayar menggunakan kapal ke pulau Alcatraz dan penjaranya yang tersohor
tersebut.
Di Watch Dogs 2 ini kamu
tidak lagi bermain sebagai Aiden Pearce, tokoh di seri sebelumnya. Ubisoft kali
ini memperkenalkan seorang “hero” baru bernama Marcus Holloway alias Retr0.
Tema yang disung pun sangat jauh berbeda dengan Watch Dogs. Jika dulu Aiden
memiliki misi utama balas dendam atas kematian keponakannya, kali ini Marcus
hanya ingin membongkar konspirasi perusahaan digital-digital yang bermarkas di
Silicon Valey.
Game yang dirilis pada pertengahan November lalu ini dibuka dengan upaya
Marcus dan DedSec, geng hacker, yang
menyusup ke server ctOS generasi 2. Tujuannya, menghapus catatan kriminal
Marcus. Ia berang karena dituduh berbuat sesuatu yang tidak dilakukannya.
Rupanya, Marcus “iseng”. Ia tidak hanya menghapus catatan kriminalnya.
Marcus bahkan menanam back door di
server ctOS 2.0 sehingga dia dan DedSec punya akses ke hampir seluruh infrastuktur
serta perangkat pribadi di San Fransisco. Alkisah, di game dengan setting San Fransisco beberapa tahun mendatang
ini, seluruh perangkat elektronik—bahkan mobil—terhubungan dengan ctOS 2.0.
Berangkat dari keresahan
pribadi inilah Marcus dan DedSec sepakat menjatuhkan Blume, perusahaan dibalik
ctOS 2.0. Alasan awalnya sederhana, anak-anak muda ini berpendapat Blume sudah
terlalu jauh masuk ke ranah pribadi publik. Belakangan, kamu juga akan disuguhi
cerita bahwa ada konspirasi antara perusahaan ini dengan partai politik bahkan
FBI.
Untuk menjatuhkan Blume, pemain harus mengumpulkan jutaan followers. Marcus harus menyelesaikan setiap misi
untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya pengikut. Ada banyak jenis misi di dalam
Watch Dogs 2, ada yang utama (berkaitan dengan menjatuhkan Blume), misi
sampingan yang muncul karena bersisian dengan misi utama, misi intelijen
(memata-matai orang), atau sebagai tukang antar jemput ala sopir Uber.
Ada juga misi sampingan di mana kamu menjadi juru foto. Tugasnya
mengumpulkan foto land markSan Fransisco. Salah satu
foto bahkan mengharuskan kamu memanjat Golden Gate untuk mengambil gambar kota
dari atas. Atau mencari zombie di pemakaman.
Urusan followers menjadi nyawa
penting dalam game ini. Sebab, Marcus diharuskan mengumpulkan apa yang
disebut research point untuk menambah kemampuan
meretasnya. Jumlah followers berbanding
lurus dengan banyaknya research point yang
kamu miliki.
Di awal permainan,
kemampuan meretas Marcus sangat terbatas. Dia hanya bisa memasang jebakan
listrik untuk melumpuhkan penjaga atau mencuri uang dari rekening seseorang.
Bahkan, di awal-awal permainan kamu tidak akan leluasa mencuri mobil yang
parkir. Sebab sistem alarm akan berbunyi dan berpotensi mengundang polisi.
Untuk menambah kemampuan meretas ini lah Marcus harus mengoleksi research point. Setiap jumlah tertentu yang
berhasil dikumpulkan, Marcus bisa menambah daya retasnya di research tree. Total ada tujuh “pohon pengetahuan” yang
bisa Marcus tumbuhkan untuk menambah keahliannya. Masing-masing pohon memiliki
ranting.
Nah, Watch Dogs 2 memberi
kamu pilihan ingin menjadi Marcus seperti apa. Setidaknya ada tiga pilihan.
Pertama Marcus sebagai pembunuh. Tipe ini mengandalkan perang senjata. Jenis
Marcus yang memberondong senapannya ketika harus menggeruduk sarang musuh.
Tipe kedua adalah
diam-diam. Marcus datang dan melumpuhkan musuh tanpa ketahuan. Agak sulit
memang, karena ada beberapa misi dengan penjagaan super ketat. Dan tipe
terakhir, sekaligus favorit saya, adalah Marcus sebagai hantu. Di mana dia
mengandalkan seluruh peralatan yang ada untuk menyelesaikan misi tanpa
menyentuh penjaga.
Bahkan ada jenis research tree type
hantu yang bisa “menyuruh” polisi untuk datang ke sebuah markas gangster atau
sebaliknya. Sehingga mereka berperang satu sama lain, sementara Marcus duduk
tenang.
Meski ada tiga “tipe Marcus”, pada dasarnya Watch Dogs bukan jenis game
yang mengharuskan kamu menyelesaikan misi dengan satu gaya. Kamu bisa
mengkombinasikan semuanya. Tipsnya: semakin banyak research tree yang kamu kuasai, maka Marcus akan
semakin mudah menyelesaikan misi.
Karena research tree menjadi sangat penting, kami menyarankan pemain tidak usah terburu-buru menyelesaikan misi utama. Bermain-mainlah di misi sampingan agar mendapat banyak research point. Atau kamu bisa menjelajahi seisi kota untuk mengumpulkan research point. Sedikit tips, biasanya research point ada di gedung-gedung tinggi atau menara.
Saya sendiri baru serius di misi utama setelah berhasil membuka akses ke
seluruh research tree.Rasanya layak berlama-lama di misi
sampingan untuk mendapat kepuasan menuntaskan main mission tanpa
berkeringat.
Selain urusan research point, Marcus
juga dibekali drone dan mobil-mobilan remote control. Keduanya sangat membantu dalam semua
misi Marcus. Drone, misalnya, bisa digunakan untuk memetakan posisi penjaga
agar muncul di peta. Atau untuk meretas gawai yang ada di lokasi tinggi.
Kedua benda ini tidak
didapatkan secara cuma-cuma. Marcus mesti membelinya di markas DedSec. Saran
saya saat awal bermain langsung kumpulkan uang untuk membeli dua barang ini.
Sedikit bocoran, salah satu “cabang pohon pengetahuan” bahkan memberi kemampuan
pada drone dan RC Car Marcus untuk memasang peledak atau bom listrik.
Bagian memasang peledak ini
favorit saya. Tipsnya, Marcus berdiri di luar area merah dan tinggal gerakan
drone atau RC ke markas musuh. Pasang bom lalu hancurkan. Selesai. Selama kamu
tidak menenteng senjata atau berada di area merah, musuh yang sedang menyisir
lokasi tidak akan menyerangmu.
Urusan uang bukan perkara sulit di Watch Dogs 2 sebab kamu bisa mengambil dari rekening seseorang. Saking gampangnya memperoleh uang, saya sendiri sampai tidak tahu fungsi duit ini di Watch Dogs 2 selain untuk membeli baju atau iseng-iseng mobil mewah. Sebab tidak ada misi yang mengharuskan kamu punya uang banyak.
Watch Dogs memang layak
diacungi jempol untuk segi grafis. Detail kota San Fransisco tergambar bagus.
Interior di dalam rumah juga bisa diacungi jempol. Urusan detail seperti
bayangan orang juga presisi. Bahkan kamu bisa menikmati matahari terbit dan
tenggelam di beberapa sudut kota.
Ubisoft bahkan menambahkan gimmick di
penduduk San Fransisco yang berkeliaran di seluruh kota. Misalnya, saat Marcus
akan selfie, ujug-ujug bisa ada orang yang ikut nimbrung.
Atau saat ada sesi foto pre-wedding, kamu
bisa membuat marah mereka dengan nylonong di antaranya. Bahkan, seseorang bisa
ujug-ujug menonjokmu gara-gara tidak sengaja menabrak mereka saat berjalan
kaki.
Marcus bisa dengan mudah menguping pembicaraan penduduk atau membaca sms
mereka. Namun hal ini tidak berimplikasi apa-apa terhadap moral permainan
selain sekedar just know what they are talking about. Mungkin
Ubisoft bisa belajar dari game “inFamous Second Son” besutan Sucker Punch
Production. Di mana urusan moral--dalam game yang juga mengusung open worlditu di sebut karma--menentukan seperti apa si
tokoh dalam cerita.
Marcus juga punya pilihan
untuk memukuli orang yang sedang jalan kaki, menembaki mereka, atau meledakan
mobil untuk menimbulkan kepanikan dan memancing polisi. Bagian semacam ini
selalu mengingatkan saya pada Grand Theft Auto San Andreas, maklum masa kecil
di rental. Tapi, rasanya juga sia-sia menembaki orang di jalanan karena pada
dasarnya kamu adalah hacker bukan preman.
Urusan kejar-kejaran dengan
polisi di Watch Dogs 2 boleh di bilang gampang jika tahu celahnya. Saya sendiri
selalu lari ke laut dan mencuri kapal. Sebab, polisi berkapal relatif sedikit
jumlahnya dibandingkan yang bermobil dan akan lebih mudah lari karena minus
hambatan.
Nah, jika level hacker kamu
masih culun sebaiknya tidak usah coba-coba menghajar orang hanya untuk minta
dikejar polisi. Sebab, ketika bintang buruan mu mencapai level 3 ke atas, akan
ada helicopter dengan penembak jitu yang memberondongmu. Plus, seluruh gangster
di kota akan memburumu. Repot.
Kelemahan game ini hanya
soal alur cerita. Ada bolong yang terasa ketika kamu menyelesaikan satu misi
dan lanjut ke berikutnya. Nantinya, akan ada misi di mana salah satu anggota
DedSec tewas karena dibunuh seorang anggota gengster. Kamu membalas dengan
menghancurkan bandit-bandit itu. Tapi ketika selesai, kelompok gangster ini toh
tetap ada.
Keseluruhan, Watch Dogs 2 sangat asyik dimainkan. Konsep open world yang benar-benar terbuka dari Ubisoft
layak diacungi jempol. Kebebasan pemain untuk memilih menjadi Marcus seperti
apa juga ide yang sangat berani. Game yang layak untuk menutup 2016.
Komentar
Posting Komentar