ISD Tugas individu kelompok 6 Masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, kali ini saya ingin memposting sebuah bahasan mengenai masyarakat desa dan masyarakat kota. Selain untuk menjadi bahan tugas untuk kelompok saya, postingan ini juga bertujuan untuk sekedar sharing seputar topik tersebut.
Dalam bahasan ini saya ingin membahas hal - hal umum mengenai masyarakat pedesaan dan perkotaan. Seperti pengertian masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, perbedaan diantara keduanya, interaksi keduanya di kehidupan nyata, dan hubungan keduanya.
1. Pengertian masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan
A. Masyarakat pedesaan
Desa adalah suatu perwujudan atau kesatuan
geografi, sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang terdapat di suatu daerah
dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain,
sedangkan masyarakat pedesaan ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin
yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga atau anggota
masyarakat yang amat kuat yang hakikatnya, bahwa seseorang merasa merupakan
bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat di mana ia hidup.
Ciri – ciri masyarakat pedesaan
a. Afektifitas ada hubungannya
dengan perasaan kasih sayang, cinta, kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya
dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah
yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih.
b. Orientasi kolektif sifat
ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan
kebersamaan, tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang
berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan.
c. Partikularisme pada
dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk
suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan
sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja. (lawannya
Universalisme)
d. Askripsi yaitu berhubungan
dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang
tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan
atau keturunan. (lawanya prestasi).
e. Kekabaran (diffuseness).
Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan
yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan
bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat
Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya
tanpa pengaruh dari luar.
B. Masyarakat perkotaan
Beberapa definisi (secara
etimologis) “kota” dalam bahasa lain yang agak tepat dengan
pengertian ini, seperti dalam bahasa Cina, kota artinya dinding dan dalam
bahasa Belanda kuno, tuiin bisa berarti pagar. Jadi dengan demikian kota adalah
batas. Kota adalah suatu ciptaan peradaban budaya umat manusia. Kota sebagai
hasil dari peradaban yang lahir dari pedesaan, tetapi kota berbeda dengan
pedesaan. Masyarakat kota adalah suatu kelompok teritorial di mana penduduknya
menyelenggarakan kegiatan-kegiatan hidup sepenuhnya, dan juga merupakan suatu
kelompok terorganisasi yang tinggal secara kompak di wilayah tertentu dan
memiliki derajat interkomuniti yang tinggi. Masyarakat perkotaan sering disebut
urban community.
Ciri - ciri masyarakat perkotaan
a. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan
dengan kehidupan keagamaan di desa.
b. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya
sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain.
c. Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga
lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
d. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan
juga lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa.
e. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut
masyarakat perkotaan, menyebabkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi lebih
didasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
2. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan
Masyarakat desa
a) Perilaku homogen
b) Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
c) Isolasi sosial
d) Kesatuan dan keutuhan kultural
e) Banyak ritual dan nilai nilai sakral
f) Kolektivisme
Masyarakat kota
a) Perilaku heterogen
b) Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
c) Mobilitas sosial sehingga dinamik
d) Kebauran dan diversifikasi kultural
e) birokrasi fungsional dan nilai - nilai sekitar
f) individualisme
3. Interaksi
antara masyarakat pedesaan dan perkotaan
a.
Pola
interaksi sosial pada masyarakat ditentukan oleh struktur sosial masyarakat
yang bersangkutan.
b.
Pola
interaksi masyarakat pedesaan adalah dengan prinsip kerukunan, sedang
masyarakat perkotaan lebih ke motif ekonomi, politik, pendidikan, dan kadang
hierarki.
c.
Pola
interaksi masyarakat pedesaan bersifat horisontal, sedangkan masyarakat
perkotaan vertikal.
d.
Pola
interaksi masyarakat kota adalah individual, sedangkan masyarakat desa adalah
kebersamaan.
e.
Pola
solidaritas sosial masyarakat pedesaan timbul karena adanya kesamaan-kesamaan
kemasyarakatan, sedangkan masyarakat kota terbentuk karena adanya
perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat.
Pengaruh desa terhadap kota
a) Penyedia tenaga kerja
b) Penyedia bahan – bahan kebutuhan kota
c) Penyedia lahan (space)
Pengaruh kota terhadap desa
a) kota menghasilkan barang-barang yang dibutuhkan
desa
b) menyediakan tenaga kerja bidang jasa
c) memproduksi hasil pertanian desa
d) penyedia fasilitas-fasilitas pendidikan, kesehatan,
perdagangan, rekreasi
e) andil dalam terkikisnya budaya desa
Hubungan desa dan kota
Masyarakat
pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu
sama lain. Bahkan terdapat hubungan uang erat, bersifat ketergantungan, karena
saling membutuhkan. Kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan
bahan-bahan pangan, desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis-jenis pekerjaan
tertentu di kota. Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yg juga
diperlukan oleh orang desa, kota juga menyediakan tenaga-tenaga yang melayani
bidang-bidang jasa yg dibutuhkan oleh orang desa.
4. Mengidentifikasi
Masalah Sosial
Masalah sosial
merupakan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Masalah sosial merupakan
suatu keadaan di masyarakat yang tidak normal atau tidak semestinya. Masalah
sosial dapat terjadi pada masyarakat di pedesaan maupun di perkotaan. Keadaan
masyarakat di pedesaan dan di perkotaan tentu berbeda. Pada umumnya masyarakat
pedesaan masih memegang erat nilai-nilai kerukunan, kebersamaan dan kepedulian.
Sehingga tidak heran sering kita jumpai adanya kerja bakti, saling memberi dan
menolong. Sedangkan masyarakat di kota hidup dalam suasana egois, individu
(sendiri-sendiri), kurang akrab serta kurang rukun. Kehidupan semacam ini
sebenarnya merupakan salah satu masalah sosial di wilayah tersebut. Saat ini di
negara kita masih banyak kita jumpai permasalahan sosial, antara lain sebagai
berikut:
A)
Kebodohan
Salah satu akibat bila kita bodoh adalah mudah diperalat orang
lain. Kita juga akan sulit meraih cita-cita yang tinggi. Kebodohan terjadi
karena tidak memiliki pendidikan atau pendidikannya rendah. Di negara kita
ternyata masih banyak orang yang pendidikannya rendah bahkan tidak pernah
sekolah sama sekali. Masih ada orang yang tidak bisa membaca atau buta huruf.
Hal ini antara lain disebabkan oleh kemalasan, biaya pendidikan yang tinggi dan
tidak meratanya pendidikan di Indonesia.
B)
Pengangguran
Pengangguran adalah orang dewasa yang tidak bekerja dan tidak
mendapatkan penghasilan. Jumlah pengangguran semakin banyak karena jumlah
lulusan sekolah lebih banyak dari pada jumlah lapangan pekerjaan. Selain itu
para pengusaha dihadapkan pada persoalan kenaikan tarif listrik dan harga bahan
bakar minyak yang mahal. Hal itu menyebabkan banyaknya perusahaan yang tutup
dan bangkrut, atau setidaknya mengurangi jumlah karyawannya. Itulah sebabnya
pengangguran dapat menimbulkan permasalahan sosial lainnya. Seperti kemiskinan,
kejahatan, perjudian, kelaparan, kurang gizi bahkan meningkatnya angka bunuh diri.
C)
Kemiskinan
Semakin banyak dan semakin lama orang menganggur menyebabkan
kemiskinan. Orang yang miskin tidak dapat memenuhi kebutuhan pokoknya seperti
pangan, sandang dan papan. Kemiskinan dapat menyebabkan berbagai permasalahan
sosial yang lain, seperti kejahatan, kelaparan, putus sekolah, kurang gizi,
rentan penyakit dan stress. Kemiskinan bisa disebabkan oleh dua hal. Yakni dari
dalam diri seseorang (internal) dan faktor dari luar (eksternal). Faktor
internal antara lain karena pendidikan yang rendah, tidak memiliki keterampilan
dan karena sifat malas. Sedangkan faktor eksternal antara lain disebabkan oleh
kondisi ekonomi negara yang buruk, harga melambung tinggi dan kurangnya
perhatian pemerintah.
D)
Kejahatan
Kejahatan sering disebut sebagai tindak kriminal atau perbuatan
yang melanggar hukum. Pengangguran dan kemiskinan dapat menyebabkan tindak
kejahatan. Jika tidak dilandasi keimanan dan akal sehat, penganggur mengambil
jalan pintas untuk mengatasi kemiskinannya. Banyak cara keliru yang dijalani
misalnya melakukan judi, penipuan, pencurian, pencopetan, perampokan hingga
pada pembunuhan. Yang stress dan tidak kuat bisa kemudian minum-minuman keras
atau memakai narkoba. Namun ternyata kejahatan tidak hanya karena miskin.
Banyak orang yang sebenarnya sudah mapan hidupnya melakukan kejahatan.
E)
Pertikaian
Pertikaian bisa disebabkan karena salah paham, emosi yang tidak
terkendali atau karena memperebutkan sesuatu. Sesuatu yang diperebutkan dapat
berupa suatu prinsip, seseorang atau suatu barang. Pertikaian dapat terjadi di
dalam suatu keluarga atau di masyarakat. Pertikaian yang tidak segera
diselesaikan bisa berakibat fatal. Suatu pertikaian bahkan dapat menimbulkan
korban jiwa.
F)
Kenakalan remaja
Kebut-kebutan bagi mereka sendiri sangat berbahaya yakni dapat
menimbulkan kecelakaan. Di samping itu juga mengganggu dan membahayakan orang
lain. Kenakalan remaja dapat berbentuk lain seperti coret-coret dinding di
jalan, minum-minuman keras, berdandan yang tidak semestinya ataupun menggunakan
narkoba. Penyebab kenakalan remaja antara lain sebagai berikut:
1.
Kurangnya perhatian dari orang tua
2.
Pengaruh lingkungan pergaulan
3.
Kurang mantapnya kepribadian diri
4.
Jauh dari kehidupan beragama
5. Solusi Masalah Sosial
Mengatasi masalah
sosial bukanlah perkara yang mudah. Berikut ini beberapa contoh upaya yang
telah dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi permasalahan sosial:
1.
Pemberian kartu askes
Kartu Askes (Asuransi Kesehatan) diberikan kepada keluarga
miskin. Kartu Askes kadang disebut Askeskin (Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin).
Dengan kartu Askes, keluarga miskin dapat berobat di rumah sakit yang ditunjuk
dengan biaya ringan atau gratis.
2.
Pemberian beras untuk masyarakat miskin
(Raskin)
Raskin merupakan program pemberian bantuan pangan dari
pemerintah berupa beras dengan harga yang sangat murah. Dengan raskin
diharapkan masyarakat yang termasuk keluarga miskin dapat memenuhi kebutuhan
pangannya.
3.
Pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
BOS diberikan kepada siswa-siswi sekolah mulai dari sekolah
dasar sampai tingkat SLTA. Tujuannya untuk meringankan biaya pendidikan.
Sekarang juga sudah dilakukan program BOS buku. Yakni program penyediaan buku
pelajaran bagi siswa sekolah. Dengan BOS buku diharapkan orang tua tidak lagi
dibebani biaya membeli buku pelajaran untuk anaknya yang sekolah.
4.
Sekolah terbuka
Sekolah terbuka merupakan sekolah yang waktu belajarnya tidak
terlalu padat dan terikat. Sekolah terbuka diperuntukkan bagai siswa yang
kurang mampu. Dengan sekolah terbuka siswanya dapat sekolah meskipun sudah
bekerja.
5.
Program pendidikan luar sekolah
Pendidikan luar sekolah biasanya berupa kursus-kursus seperti
menjahit, perbengkelan ataupun komputer. Pemerintah mengadakan program
pendidikan luar sekolah agar anak-anak yang tidak sekolah atau putus sekolah
dapat tetap memiliki ilmu dan ketrampilan.
6.
Pemberian Bantuan Tunai Langsung (BTL)
BTL diberikan kepada masyarakat miskin yang tidak
berpenghasilan. BTL merupakan dana kompensasi/pengganti kenaikan harga Bahan
Bakar Minyak (BBM).
7.
Pemberian bantuan modal usaha
Bantuan modal usaha diberikan kepada
masyarakat miskin yang akan mengembangkan atau memulai suatu usaha. Biasanya
untuk usaha kecil dan menengah. Bantuan modal usaha ini adalah dalam rangka
mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.
8.
Mengontrol jumlah dan pertumbuhan penduduk
Untuk mengontrol jumlah dan pertumbuhan penduduk salah satunya
yaitu dengan program Keluarga Berencana (KB) dengan semboyan dua anak saja cukup,
dengan demikian diharapkan setiap anak yang lahir akan bisa terurus dengan baik
karena jumlah anak yang dilahirkan tidak banyak.
9.
Pemerataan persebaran penduduk.
Pemerataan penduduk sebenarnya sudah dilakukan sejak zaman
belanda yaitu dengan mengirim penduduk pulau jawa ke sumatra, kalimantan dan
pulau-pulau yang lain untuk menjadi pekerja. Hal seperti ini dilanjutkan pada
masa orde baru dengan nama transmigrasi, ada banyak perbedaan antara masa
belanda dengan masa orde baru, pada masa orde baru orang yang mau Stransmigrasi
di beri tanah, rumah, di jatah bahan makanan dalam kurun waktu tertentu.
Transmigrasi dilakukan untuk mengurangi kepadatan penduduk dan memberikan
peluang usaha serta pekerjaan bagi masyarakat.
10. Peningkatan pelayanan
kesehatan.
Kesehatan adalah modal utama manusia dalam berdaya upaya, oleh
karena itu kesehatan sangat penting dan karena pentingnya tersebut pemerintah
mencanangkan makanan 4 sehat 5 sempurna dan posyandu-posyandu di desa-desa.
11. Peningkatan pelayanan
pendidikan.
Pemerintah sudah berupaya keras untuk
meningkatkan pendidikan di indonesia yaitu dengan memberikan bantuan kepada
setiap sekolah dan siswanya. Serta diselenggarakannya SMP dan SMA terbuka yang
di khususkan untuk mereka yang tidak mampu, sekarang pemerintah mencanangkan
program WAJAR (wajib belajar).
6. Aspek
Positif dan Negatif dari Masyarakat Desa dan Kota
Aspek Negatif:
a.
Bertambahnya penduduk
sehingga tidak seimbang dengan persedian lahan pertanian.
b.
Terdesaknya kerajinan rumah
di desa oleh produksi industri modern.
c.
Penduduk desa, terutama
kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga
mengakibatkan suatu cara hidup yang menoton.
d.
Didesa tidak banyak
kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
e.
Kegagalan panen yang
disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang,
dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.
Aspek Positif:
a.
Penduduk desa kebanyakan
beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan
penghasilan.
b.
Dikota lebih banyak
kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri
kerajinan.
c.
Pendidikan terutama
pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
d.
Kota dianggap mempunyai
tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan
segala macam kultur manusianya.
e.
Kota memberi kesempatan
untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat
diri dari posisi sosial yang rendah.
s
7. Kesimpulan
Masyarakat pedesaan adalah sekelompok orang yang hidup
bersama dan bekerjasama yang berhubungan secara erat tahan lama dengan
sifat-sifat yang hamper sama (homogen) disuatu daerah atau wilayah tertentu
dengan bermata pencaharian dari sektor pertanian (agraris). Sedangkan
masyarakat kota ialah masyarakat yang tinggal di tengah-tengah kota, gaya hidup
individual, jalan pikiran yang rasional dan tidak terikat oleh adat atau norma
tertentu
Meskipun banyak sekali perbedaan antara masyarakat desa
dan kota, namun diantara kedua komponen tersebut memiliki hubungan yang
signifikan, artinya kehidupan perekonomian di kota tidak akan berjalan dengan
baik apabila tidak ada pasokan tenaga atau barang dari desa, begitu juga
sebaliknya.
Manusia menjalani kehidupan didunia ini tidaklah bisa
hanya mengandalkan dirinya sendiri dalam artian butuh bantuan dan pertolongan
orang lain. Oleh karena itu kehidupan bermasyarakat hendaklah menjadi sebuah pendorong
atau sumber kekuatan untuk mencapai cita – cita kehidupan yang harmonis, baik
itu kehidupan didesa maupun diperkotaan. Tentunya itu adalah harapan kita
Bersama, tetapi fonomena apa yang kita saksikan sekarang ini, jauh sekali dari
harapan dan tujuan pembangunan Nasional negara ini, kesenjangan sosial, yang
kaya semakin kaya dan yang tidak mampu semakin terpuruk, mutu Pendidikan yang
masih rendah, orang mudah sekali membunuh saudaranya (dekadensi moral) hanya
karena hal sepele saja, dan masih banyak lagi fenomena kehidupan tersebut
diatas yang kita rasakan bersama, mungkin juga fenomena itu ada pada lingkungan
dimana kita tinggal.
Sehubungan dengan itu, barangkali kita berprasangka atau
mengira fenomena – fenomena yang terjadi hanya terjadi dikota saja, ternyata
problem yang tidak jauh beda terjadi didesa, yang kita sangka adalah tempat
yang aman, tenag dan berakhlak (manusiawi), ternyata telah disusupi oleh
kehidupan kota yang serba boleh dan bebas itu disatu pihak masalah urbanisasi
menjadi masalah serius bagi kota dan desa, karena masyarakat desa yang
berurbanisasi ke kota menjadi masyarakat marjinal dan bagi desa pengaruh
urbanisasi menjadikan sumber daya manusia yang produktif didesa menjadi
berkurang yang membuat sebuah desa tidak mampu bahkan cenderung tertinggal.
SUMBER:
Komentar
Posting Komentar